Kebudayaan Sunda Terhadap Arsitektur Rumah

Kebudayaan Sunda Terhadap Arsitektur Rumah – Ciri khas rumah adat Sunda sangat unik dengan banyak detail arsitektur. Rumah adat Jawa Barat ini memiliki keunikan tersendiri dengan arsitektur yang memadukan arsitektur tradisional dan modern.

Rumah adat ini menggunakan bahan alam sebagai bahan dasar bangunannya. Rumah memiliki hubungan yang kuat dengan alam, lingkungan dan kesederhanaan.

Kebudayaan Sunda Terhadap Arsitektur Rumah

Kebudayaan Sunda Terhadap Arsitektur Rumah

Nuansa tradisional yang berani membuat rumah ini lebih dari sekedar bangunan. Tetapi memiliki komponen emosional yang kuat. Seiring dengan sifat dan karakteristik keluarga, itu didasarkan pada nilai-nilai tradisional yang positif.

Rumah Adat Tradisional Jawa Barat

Rumah adat sunda terkenal dengan arsitektur tradisionalnya, namun sangat detail. Semua bahan rumah alami dan ramah lingkungan penuh dengan kesederhanaan.

Kebudayaan Sunda Terhadap Arsitektur Rumah

Untuk membuat rumah jenis ini sangat layak sebagai rumah hijau perkotaan. Apalagi sekarang rumah adat ini sudah mulai berpindah-pindah

Rumah tradisional Jawa Barat ini memiliki ciri yang kuat dan berani. Beberapa keistimewaan rumah adat sunda di bawah ini dapat menarik minat masyarakat luas, juga para wisatawan.

Kebudayaan Sunda Terhadap Arsitektur Rumah

Mengenal Bagian Dan Fungsi Rumah Adat Capit Gunting, Jawa Barat

Penataan bangunan Sunda mengandung filosofi menarik tentang kepercayaan mereka. Arah matahari adalah arah terbaik untuk menentukan posisi rumah.

Hal ini dikarenakan arah kiblat yang sesuai dengan arah matahari terbenam. Oleh karena itu, setiap rumah tidak boleh menghadap ke arah manapun kecuali timur dan barat.

Kebudayaan Sunda Terhadap Arsitektur Rumah

Bahkan ketika membangun rumah baru, harus menyesuaikan dengan situasi rumah yang ada di daerah tersebut. Karena desa dan daerah sekitarnya dapat terlihat, itu harus diatur dengan rapi.

Kebudayaan Suku Sunda Dan Adat Istiadatnya

Pada dasarnya bentuk rumah adat ini tidak jauh berbeda dengan rumah adat lainnya. Satu-satunya perbedaan adalah bahwa rumah tradisional memiliki fondasi. Kemudian, sebagai ciri rumah adat Sunda, letaknya di bawah sudut rumah.

Kebudayaan Sunda Terhadap Arsitektur Rumah

Secara tradisional, rumah adat Sunda berbentuk panggung, setinggi 0,5-1 meter dari permukaan tanah. Bentuk pondasi rumah panggung merupakan respon terhadap gempa atau banjir.

Bagian bawah rumah digunakan oleh orang Sunda sebagai tempat penyimpanan alat pertanian dan kayu bakat atau obor. Hewan seperti ayam, bebek dan bebek juga dipelihara di bawah rumah.

Kebudayaan Sunda Terhadap Arsitektur Rumah

Terlengkap] Rumah Adat Jawa Barat Bernama? Keunikan, Manfaat Dan Kegunaan!

Rumah adat sunda ini bercirikan gaya arsitektur yang sangat unik yaitu penggunaan bambu belah. Tujuan dari bambu ini adalah untuk mensirkulasikan udara yang menembus kolong rumah. Orang Sunda biasa menyebut bambu ini dengan sebutan puluhan

Rumah adat Sunda menggunakan anyaman bambu sebagai dinding yang memiliki lubang-lubang kecil seperti rumah adat lainnya. Ada lubang yang memungkinkan udara masuk dan keluar, sehingga tidak terlalu panas di dalam rumah.

Kebudayaan Sunda Terhadap Arsitektur Rumah

Langit-langitnya juga terbuat dari bambu. Dengan rangka atap bambu kuno, desainnya lebih megah dari yang lain. Ini digunakan untuk menyimpan barang-barang rumah tangga.

Gaya Arsitektur Bangunan Di Kota Bandung, Indonesia

Salah satu ciri khas rumah adat sunda ini adalah bentuk atapnya yang hampir menyerupai pelana. Biasanya atapnya juga terbuat dari bahan alami yaitu daun.

Kebudayaan Sunda Terhadap Arsitektur Rumah

Rumah adat sunda terdiri dari 3 area yaitu Harep, Ima Tengah dan Tukang. Bagian Hareup adalah ruang depan yang dapat digunakan sebagai teras rumah dan untuk menerima tamu laki-laki.

Belakangan Imah Tengah, mereka menggunakan dinding sekat dengan beberapa relung atau penguk. Berfungsi sebagai tempat peristirahatan dan tempat berkumpulnya keluarga.

Kebudayaan Sunda Terhadap Arsitektur Rumah

Harga Rumah Adat Sunda Terbaru Agustus 2022 |biggo Indonesia

Kemudian, bagian Tukang berfungsi sebagai dapur untuk menyiapkan makanan. Bagian rumah ini diperuntukkan bagi perempuan, sehingga laki-laki dilarang masuk kecuali dalam keadaan darurat.Rumah adat di Jawa Barat dapat dibedakan dari bentuk atap dan bangunannya. Kamar dan bagian rumah memiliki nama dan fungsinya masing-masing.

Keanekaragaman suku dan budaya di Indonesia mempengaruhi terciptanya rumah adat yang menjadi ciri khas masing-masing daerah. Sebuah provinsi mungkin memiliki beberapa rumah tradisional.

Kebudayaan Sunda Terhadap Arsitektur Rumah

Di Provinsi Jawa Barat, banyak rumah adat dapat dilihat dari bentuk atap dan bangunan Dr. Menurut buku “Arsitektur Tradisional Jawa Barat” oleh kelompok penulis. Diterbitkan oleh Dasum Muyonas dkk dan Direktorat Jenderal Kebudayaan (Dietzenbud).

Rumah Adat Jawa Barat Jolopong, Wujud Arsitektur Masyarakat Sunda

Kata jolopang berasal dari bahasa Sunda yang artinya berbaring tegak. Rumah Jolopang memiliki dua bidang atap yang dipisahkan oleh bidang kayu di tengah bangunan. Balok memiliki panjang yang sama dan sejajar dengan kedua sisi di bawah bidang atap.

Kebudayaan Sunda Terhadap Arsitektur Rumah

Bentuk rumah ini adalah rumah berundak di teras rumah, dengan ketinggian 40-60 cm dari permukaan tanah. Bahan yang digunakan adalah bahan alam yaitu kayu, bambu, ijuk, daun kelapa, batu dan tanah.

Bentuk atap Anjing Taogong dinamakan demikian karena artinya “sikap anjing yang duduk”. Rumah adat ini memiliki dua atap yang dibatasi oleh kayu gelondongan. Permukaan atap pertama lebih lebar dari atap lainnya. Tiang rumah dog tag lebih panjang di depan rumah daripada di belakang.

Kebudayaan Sunda Terhadap Arsitektur Rumah

Rumah Adat Riau

Rumah Rhino Huey menyerupai tagong anjing. Perbedaannya terletak pada bidang atap belakang, yang melewati batang kayu dan disebut “rambut”.

Rumah adat Parahu Kumureb memiliki empat bagian atap. Sepasang bidang memiliki luas yang sama dan berbentuk trapesium. Ruang kedua atap itu sejajar dan dibatasi oleh sebuah tongkat kayu. Bidang lainnya adalah segitiga sama kaki. Bentuknya seperti perahu terbalik, sehingga disebut “Parahu Kumereb”.

Kebudayaan Sunda Terhadap Arsitektur Rumah

Di kedua ujung bangunan rumah Julong Ngapak, potongan kayu ditancapkan dan di depannya ada perisai. Bentuk atap ini banyak ditemukan di daerah Garut, Kuningan.

Kampung Naga, Oase Tradisi Di Tengah Derap Kehidupan Modern

Bentuk atap Julong Ngapak memanjang di kedua sisinya, sehingga jika dilihat dari depan menyerupai sari burung pemangsa.

Kebudayaan Sunda Terhadap Arsitektur Rumah

Rumah adat ini terletak di Sumedang, Jawa Barat. Bangunan ini memiliki pintu pada bidang membujur bangunan.

Ada sebuah rumah bernama Kasepuhan di Sireban, Jawa Barat. Dalam buku “Mengenal Desain Rumah Adat di Indonesia”, rumah adat ini disebut dengan nama lain

Kebudayaan Sunda Terhadap Arsitektur Rumah

Membaca Kearifan Lokal Pada Interior Masjid Jamie Kampung Naga

Dengan mendaftar, Anda menerima kebijakan perlindungan data kami. Anda dapat berhenti berlangganan buletin kapan saja melalui halaman kontak kami. Orang Sunda tinggal di rumah adat Sunda di Provinsi Jawa Barat. Di zaman modern seperti sekarang ini, sangat sulit menemukan rumah adat sunda yang masih kental dan bahan utama pondasinya adalah bambu. Rumah adat ini kebanyakan menggunakan bahan dari alam, sehingga memiliki keterkaitan yang kuat dengan alam, lingkungan dan kesederhanaan.

Secara tradisional, rumah adat Sunda berbentuk rumah panggung yang berdiri sekitar 0,5 sampai 1 meter di atas permukaan tanah. Bahkan pada rumah tradisional kuno, ketinggian kolong rumah bisa mencapai 1,8 meter. Bentuk rumah panggung ini didesain untuk tahan gempa atau banjir. Selain itu, bagian bawah rumah juga digunakan untuk menyimpan alat pertanian, mengumpulkan kayu bakar, menggembalakan ternak atau menyimpan makanan.

Kebudayaan Sunda Terhadap Arsitektur Rumah

Biasanya rumah adat ini memiliki anak tangga yang jumlahnya tidak lebih dari tiga anak tangga, yang disebut dengan golodog. Golodog berfungsi sebagai tempat membersihkan kaki sebelum masuk ke dalam rumah.

Rumah Adat Panjalin, Warisan Sunda Kuno Majalengka

Rumah adat Sunda memiliki beberapa bagian yang membentuk struktur utama bangunan. Ketiga bagian ini disebut ima depan, ima tengah dan kriya. Apa ciri dan kegunaan masing-masing?

Kebudayaan Sunda Terhadap Arsitektur Rumah

Bagian Hareup adalah aula yang berfungsi sebagai teras dan untuk menerima tamu laki-laki. Namun di rumah tradisional, teras biasanya tidak dipenuhi meja dan kursi, dan karpet hanya digulung saat tamu datang.

Bagian tengah ima atau bagian tengah rumah dikelilingi oleh dinding atau sekat, dengan beberapa relung atau ruangan di dalamnya. Ruangan ini berfungsi sebagai tempat untuk bersantai dan berkumpul bersama keluarga.

Kebudayaan Sunda Terhadap Arsitektur Rumah

Rumah Budaya Teras Sunda Akan Diresmikan Rabu Besok Oleh Wali Kota Bandung

Area tukang atau bagian belakang rumah berfungsi sebagai dapur untuk menyiapkan makanan. Bagian ini sama-sama digunakan oleh wanita, sehingga pria dilarang masuk kecuali dalam keadaan darurat. Kamar ini juga cocok untuk tamu wanita. Status ini umumnya dipandang sebagai kedudukan laki-laki dan perempuan dalam kehidupan masyarakat Sunda.

Rumah adat ini memiliki atap pelana unik yang terbuat dari kayu atau bambu, yang bercabang membentuk gunting terbuka. Rumah adat dengan model ini sudah sangat tua, sehingga jarang terlihat keberadaannya. Namun, beberapa tempat wisata masih menggunakan denah rumah tersebut sebagai bentuk pelestarian budaya.

Kebudayaan Sunda Terhadap Arsitektur Rumah

Rumah adat ini hanya memiliki dua bagian atap yang dipisahkan oleh garis suhunan di tengah rumah. Bentuk rumah Suhunan Jolopang disebut juga dengan Suhunan Panjang. Dibandingkan dengan rumah tipe lain, desain rumah tunggal ini tergolong sederhana karena memiliki bentuk pelana yang panjang.

Rumoh Aceh, Arsitektur Rumah Adat Tahan Gempa Yang Awet 200 Tahun

Anjing tagog memiliki arti anjing yang sedang duduk. Desain atapnya berbentuk segitiga dengan atap lainnya menghadap ke depan. Dari kejauhan, bentuk atapnya menyerupai anjing yang sedang duduk. Rumah adat jenis ini sangat tahan terhadap air hujan dan jarang bocor.

Kebudayaan Sunda Terhadap Arsitektur Rumah

Badak memiliki arti unik yaitu badak menguap. Nama tersebut berdasarkan bentuk atap rumahnya yang menyerupai badak menganga, terbagi menjadi 2 atap besar dan kecil. Atap besar dibangun di bagian belakang rumah, sedangkan atap kecil dibangun di bagian depan rumah. Dari kejauhan, bentuk atapnya seperti teras.

Nama rumah orang Sunda tidak terlepas dari nama binatang. Julong Ngapak artinya burung terbang. Hal ini terlihat dari posisi atap rumah adat yang lebih lebar pada sisi kanan dan kirinya dibandingkan dengan kepakan sayap burung.

Kebudayaan Sunda Terhadap Arsitektur Rumah

Kota Bandung: Jantung Parijs Van Java Di Tatar Sunda

Atap rumah terdiri dari 4 bagian utama, 2 bagian depan dan 2 bagian belakang. Bentuknya menyerupai trapesium, yaitu berbentuk segitiga sama sisi dengan 2 bagian pada sisi kanan dan kirinya. Nama rumah adat ini berasal dari kata Parahu Kumureb yang artinya perahu terbalik. Kekurangan dari rumah ini adalah sering terjadi kebocoran pada atap rumah saat musim hujan.

Suka salah

Kebudayaan Sunda Terhadap Arsitektur Rumah

Sikap kristen terhadap kebudayaan yang tepat adalah, kebudayaan suku sunda, pengaruh agama terhadap kebudayaan, pengaruh teknologi terhadap kebudayaan, arsitektur rumah sunda, pengaruh globalisasi terhadap kebudayaan, artikel kebudayaan sunda, gambar kebudayaan sunda, arsitektur rumah adat sunda, artikel bahasa sunda tentang kebudayaan, arsitektur sunda, kebudayaan sunda

Leave a Reply

Your email address will not be published.